METABOLISME PEMBAHASAN AKTIFITAS GOT GPT

HASIL DAN PEMBAHASAN

Enzim Transaminase atau disebut juga enzim aminotransferase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi transaminasi. Terdapat dua jenis enzim serum transaminase yaitu serum glutamat oksaloasetat transaminase  dan serum glutamat  piruvat transaminase  (SGPT). Pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding  SGOT. Hal ini  dikarenakan enzim GPT sumber utamanya  di hati, sedangkan enzim GOT banyak  terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak (Cahyono 2009).

Enzim aspartat aminotransferase (AST) disebut juga serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) merupakan enzim mitokondria yang berfungsi mengkatalisis pemindahan bolak-balik gugus amino dari asam aspartat ke asam α-oksaloasetat membentuk asam glutamat dan oksaloasetat (Price & Wilson,1995). Enzim GOT dan GPT mencerminkan keutuhan atau intergrasi sel-sel hati. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat mencerminkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati (Cahyono 2009). Kerusakan membran sel menyebabkan enzim Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) keluar dari sitoplasma sel yang rusak, dan jumlahnya meningkat di dalam darah. Sehingga dapat dijadikan indikator kerusakan hati (Ronald et al. 2004). Kadar enzim AST (GOT) akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel yang akut seperti nekrosis hepatoseluler seperti gangguan fungsi hati dan saluran empedu, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan fungsi ginjal dan pankreas (Price & Wilson,1995). GOT banyak terdapat pada mitokondria dan sitoplasma sel hati, otot jantung, otot lurik dan ginjal (Sagita A 2006).

Percobaan kali ini menentukan aktivitas spesifik enzim Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) dan enzim Glutamat Piruvat Transaminase (GPT) dengan menggunakan hati dan jantung ayam. Sebelumnya, jaringan hati dan jantung ditimbang dan ditambahkan NaCl 0,9% sebanding dengan berat dari bahan. Jaringan dilumatkan sampai larutan homogen dengan menggunakan blender. Setelah keadaan sudah homogen lalu di sentrifuse pada kecepatan 3000 rpm (maksimum), hingga menghasilkan supernatant. Supernatan dari larutan tersebut diambil untuk pengukuran aktivitas enzim GOT. Tetapi apabila sebelumnya pada wadah, eppendorf tidak dilakukan pemberian antikoagulan, maka setelah sentrifugasi, supernatan yang diperoleh bukan berupa plasma melainkan serum..

Percobaan uji hati dan jantung  menggunakan dapar substrat 0,5 ml lalu dikeram di penangas 37 C selama 5 menit. Dikeram dengan suhu 370C tepat selama 30 menit yang bertujuan untuk mempercepat agar reaksi berjalan sempurna dan menyesuaikan kondisi suhu pengukuran yang stabil.  Lalu, supernatan hati dan jantung 0,2 ml dimasukkan dan dikeram lagi dalam penanggas selama 30 menit. Setelah 30 menit pereaksi warna 0,5 ml dimasukkan, dicampur, dan didiamkan pada suhu ruangan selama 20 menit. Penambahan reaksi warna digunakan untuk dapat mengikat reaksi enzim agar bisa dianalisis dalam spektrofotometer.  Terakhir larutan NaOH 0,4 N sebanyak 5 ml dimasukkan dan dicampurkan sehingga terjadi suasana alkali (basa) pada sampel. Setelah 5-30 menit, absorbansi dibaca pada panjang gelombang 500-560 nm.. Penentuan panjang ini didapat karena ini adalah panjang gelombang maksimal . Dimana memiliki nilai kesalahan minimal.

Enzim GOT sebelum digunakan dalam percobaan, dicari terlebih dahulu absorbansinya dan digunakan untuk menghitung aktivitas spesifik enzim GOT di dalam sampel yang digunakan. Di bawah ini merupakan kurva absorbansi standar enzim GOT yang digunakan dalam percobaan ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Absorbansi enzim GOT

 

 

 

 

Berdasarkan gambar kurva absorbansi enzim GOT diatas, didapatkan perbedaan persamaan akhir. Pada enzim GOT, persamaan absorbansinya adalah y= 0.077x + 2.6 x 10-3 (R2 = 1) . Persamaan ini akan digunakan sebagai acuan perhitungan kadar konsentrasi enzim GPT dan GOT dengan y sebagai absorbansi dan x sebagai konsentrasi. Dari perhitungan didapatkan tabel hasil konsentrasi GOT dan GPT pada hati dan jantung ayam, yaitu:

Sampel Absorbansi Rata Rata Aktifitas enzim spesifik GOT (unit/g)
Jantung GOT 1 1,38 2412,8
Jantung GOT 2 0,883 1492,59
Hati GOT 1 0,475 737,036
Hati GOT 2 1,138 1964,8

Tabel 1 Aktifitas enzim GOT pada hati ayam

            Data yang telah didapat merupakan hasil dari percobaan yang telah dilakukan dengan sebaik mungkin. Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh bahwa aktivitas enzim GOT pada jantung 1 adalah 2412,8 unit/g dan pada jantung 2 sebesar 1492,59 unit/g, sedangkan pada hati 1 sebesar 737,036 unit/g dan pada hati 2 sebesar 1946,8 unit/g. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas enzim GOT di jantung dan hati berbeda. Dari hasil perhitungan, sudah terjadi sebagaimana seharusnya untuk aktivitas enzim GOT lebih banyak di jantung dibandingkan di hati (Price & Wilson,1995) karena  keaktifan enzim GOT pada jantung menjadikan enzim GOT sebagai indikator kerusakan jantung (Suharjo 2009).

Begitu pula dengan kerja enzim GPT sebelum digunakan dalam percobaan, dicari terlebih dahulu absorbansinya dan digunakan untuk menghitung aktivitas spesifik enzim GPT di dalam sampel yang digunakan. Kurva standar GPT dibuat dengan cara memasukkan aktivitas GPT, larutan standar dan larutan dapar substrat pada sejumlah tabung, dicampurkan dengan baik. Setelah itu, dimasukkan pereaksi pewarna dan didiamkan selama 20 menit. Kemudian, masukkan larutan NaOH dan baca serapannya pada panjang gelombang 500 – 600 nm.. Di bawah ini merupakan kurva absorbansi standar enzim GPT yang digunakan dalam percobaan ini.

Gambar 5 Kurva standar GPT

Berdasarkan data absorbansi standar GPT yang diperoleh menghasilkan kurva dengan  (R2= 0.8443). Persamaan ini dapat digunakan untuk mengukur perhitungan aktivitas enzim spesifik. Gambar kurva standar GPT diatas menunjukkan bahwa absorbansi GPT yang didapat berbentuk linier. Kenaikan GPT dapat terjadi karena adanya kerusakan pada hati. Hal ini sesuai dengan literature yang mengatakan bahwa GPT secara normal ditemukan di hati dengan kadar yang rendah. Ketika terdapat kerusakan atau penyakit hati, maka pelepasan GPT ke dalam darah bertambah, yang menyebabkan tingkat GPT naik (Essig 2008).

Data aktivitas enzim dan konsentrasi enzim adalah sebagai berikut.

Tabel 6 Aktivitas enzim GPT pada hati dan jantung ayam

Sampel

Absorbansi rata-rata

Aktivitas enzim spesifik GPT (unit/g)

Jantung GPT 1

1,137

2501,25

Jantung GPT 2

0,631

1237,5

Hati GPT 1

0,336

500

Hati GPT 2

0,915

1946,24

Data yang telah didapat merupakan hasil dari percobaan yang telah dilakukan dengan sebaik mungkin. Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh bahwa aktivitas enzim GPT pada jantung 1 adalah 2501,25 unit/g dan pada jantung 2 sebesar 1237,5 unit/g, sedangkan pada hati 1 sebesar 500 unit/g dan pada hati 2 sebesar 1946,24 unit/g. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas enzim GPT di jantung dan hati berbeda. Dari hasil perhitungan, seharusnya untuk aktivitas enzim GPT lebih banyak di hati dibandingkan di jantung (Price & Wilson,1995) karena  keaktifan enzim GPT pada hati menjadikan enzim GPT sebagai indikator kerusakan hati (Suharjo 2009).

Menurut (Suharjo 2009), jaringan hati merupakan satu-satunya sel dengan konsentrasi GPT yang tinggi, sedangkan ginjal, jantung, dan otot rangka mengandung kadar sedang. GPT dalam jumlah yang lebih sedikit dijumpai di pancreas, paru, limpa, dan eritrosit. GOT terdapat di hati, miokardium, dan otot rangka; eritrosit juga memiliki GOT dalam jumlah sedang. Hepatosit mengandung GOT tiga sampai empat kali lebih banyak daripada GPT. Hal ini kurang sesuai dengan hasil yang ada pada praktikum kali ini, bahwa kadar enzim GPT paling banyak ditemukan pada jantung. Namun hal yang berbeda terjadi pada aktifitas GOT .Aktifitas GOT sudah seseuai dengan literature yang menyatakan bahwa seharusnya GOT  paling banyak berada pada sampel jantung ayam. Enzim GOT dan GPT mencerminkan keutuhan atau intergrasi sel-sel hati. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat mencerminkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati. Namun bukan berarti bahwa peningkatan enzim tersebut sudah pasti mencerminkan kelainan hati. Karena enzim GPT dan GOT juga diproduksi oleh organ lain seperti sel jantung, otot, ginjal, dan limpa. Namun demikian, kebanyakan penyebab peningkatan enzim GPT dan GOT adalah karena gangguan sel-sel hati (Cahyono 2009).

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas spesifik enzim GOT pada hati dan jantung berbeda. Aktivitas spesifik enzim GOT di hati (1350.9 unit/gram) lebih kecil jika dibandingkan dengan aktivitas spesifik enzim GOT di jantung (1952,7 unit/gram). Hal ini  sesuai dengan (Price & Wilson,1995) yang menyatakan bahwa enzim AST (GOT) tidak spesifik sebagai indikator disfungsi hati karena banyak ditemukan pada otot rangka, pankreas, jantung dan ginjal.

Selain itu,data menunjukkan bahwa aktivitas spesifik enzim GPT di hati (1223,12 unit/gram) lebih kecil jika dibandingkan dengan aktivitas spesifik enzim GPT di jantung (3737,5 unit/gram) Hal ini tidak sesuai dengan Cahyono (2009) yang menyatakan bahwa pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding  SGOT. Hal ini  dikarenakan enzim GPT sumber utamanya  di hati, sedangkan enzim GOT banyak  terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak. Perbedaan hasil ini kemungkinan dikarenakan kesalahan dalam prosedur kerja seperti ketepatan waktu yang kurang tepat dalam pemanasan larutan dalam penanggas. Kesalahan juga dapat terjadi ketika proses penambahan pereaksi-pereaksi dan juga dalam pengambilan supernatan sampel yang mungkin tercampur dengan endapan yang tidak diinginkan dalam pengujian sehingga data dan hasil yang didapatkan berbeda dengan literature.

Menurut (Sardini, 2007), salah satu fungsi dari enzim GOT adalah sebagai bahan diagnosa dan evaluasi penyakit hati dan penyakit jantung dan memantau efek obat yang hepatotoksik dan nefrotoksik. Sedangkan fungsi enzim GPT adalah sebagai indikator kerusakan sel hati, memantau efek obat yang hepatotoksik, membedakan ikterus hemolitik dengan ikterus karena penyakit hati. Berdasarkan hasil dari percobaan seperti pada tabel konsentrasi enzim GPT dan GOT pada hati dan jantung ayam, dapat didiagosa bahwa hati ayam yang digunakan sebagai sampel tidak mengalami beberapa kelainan hati karena tidak tingginya konsentrasi enzim GPT dan GOT yang terdapat di dalamnya.Baik enzim GOT dan GPT lebih tinggi konsentrasinya di jantung dibandingkan di hati.

Aktivitas fisik kedua enzim GPT dan GOT ini tidaklah sama. Hal ini disebabkan oleh aktivitas enzim GPT lebih spesifik untuk penyakit hati dibandingkan dengan enzim lainnya karena tujuan dari penetapan aktivitas GPT ini adalah untuk menghitung jumlah enzim alanin aminotransferase dalam darah. Diantara kedua enzim ini, enzim GOT lebih cocok untuk mendiagnosis kerusakan jantung. Meskipun peningkatan level GPT dapat juga berhubungan dengan kerusakan jantung, otot skeletal dan liver parenkim tetapi enzim GPT lebih cocok untuk menganalisis kerusakan jantung. Pengukuran paralel dari GPT dan GOT berguna untuk membedakan diagnosis dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hati.( Ronald et al. 2004)

Enzim GOT dapat dijadikan indikator kerusakan hati. Kerusakan membran sel menyebabkan enzim Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) keluar dari sitoplasma sel yang rusak, dan jumlahnya meningkat di dalam darah (Sardini, 2007). Kadar enzim AST (GOT) akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel yang akut seperti nekrosis hepatoseluler seperti gangguan fungsi hati dan saluran empedu, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan fungsi ginjal dan pankreas (Price & Wilson,1995). Semakin tinggi peningkatan kadar enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati. Namun bukan berarti peningkatan enzim tersebut sudah pasti mencerminkan kelainan hati, karena enzim GPT dan GOT juga diproduksi oleh organ lain seperti sel jantung, otot, ginjal, dan limpa. Namun demikian, kebanyakan penyebab peningkatan enzim GPT dan GOT adalah karena gangguan sel-sel hati (Cahyono 2009).

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Cahyono JBSB. 2009. Hepatitis A. Yogyakarta : Kanisius yogyakarta

Essig, M.G., 2008, Alanine Aminotransferase, http://www.webmd.com, diakses tanggal 29 April 2012

Ronald et al. 2004. Tinjauan Kilis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta: EGC

Sardini, S. 2007. Penentuan Aktivitas Enzim GOT dan GPT dalam Serum dengan Metode Reaksi Kinetik Enzimatik sesuai IFCC. Jakarta : BATAN.

Suharjo, BJ. 2009. Hepatitis A. Yogyakarta: Kanisius
Price, A.S. dan Wilson, M.L., 1995, Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit, EGC, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

Tabel hasil pengamatan

Tabel  Absorbansi aktivitas enzim GPT

Sampel

Absorbansi 1

Absorbansi 2

Rata-rata

Jantung 1

1,167

1,106

1,137

Jantung 2

0,620

0,641

0,631

Hati 1

0,334

0,338

0,336

Hati 2

0,982

0,847

0,915

Tabel Absorbansi kurva standar enzim GPT

Konsentrasi (x)

Absorbansi (y)

0

0,106

14

0,169

32

0,194

51

0,250

69

0,252

92

0,257

Tabel  Aktivitas enzim GPT pada hati dan jantung ayam

Sampel

Absorbansi rata-rata

Aktivitas enzim spesifik GPT (unit/g)

Jantung GPT 1

1,137

2501,25

Jantung GPT 2

0,631

1237,5

Hati GPT 1

0,336

500

Hati GPT 2

0,915

1946,24

 

Contoh perhitungan

  • Langkah-langkah menggunakan kalkulator : Mode ð Reg ð Lin ð Input data absorbansi kurva standar ð Shift ð S-var ð didapat hasil A= 0.136, B= 1.60 x 10-3, dan Y = 0,136 + 1,60 x 10-3 X
  • ·          Untuk jantung 2, y = 0,631

X =

=  = 309,375

Aktivitas Spesifik GPT = X x

Berat hati atau jantung

= 309,375 x

              Berat jantung 2

                                    = 309,375 x

18,3

= 309,375 x

18,3

= 1237,5 unit/g

  • Untuk hati 2, y = 0,9145
  • X =

=  = 486,56 N unit / gram

Aktivitas Spesifik GPT = X x

Berat hati atau jantung

= 486,56 x

              Berat hati 2

                                    = 486,56 x

28,77

= 486,56 x

28,77

= 1946,24

 

Sampel

Berat ( g )

Jantung 1

18,3

Jantung 2

18,3

Hati 1

33,36

Hati 2

28,77

Tabel Hasil Pengukuran Berat Sampel

Tabel Hasil Absorbansi Aktivitas Enzim GOT

Sampel

Absorbansi 1

Absorbansi 2

Rata-rata

Jantung 1

1,38

1,38

Jantung 2

0,877

0,88

0,883

Hati 1

0,506

0,445

0,475

Hati 2

1,187

1,090

1,138

 

Tabel Hasil Absorbansi Kurva Standar Enzim GOT

Konsentrasi (x)

Absorbansi (y)

0

0

9

0,112

21

0,165

36

0,205

60

0,210

95

0,252

Contoh Perhitungan :

Langkah-langkah kalkulator

–       Mode

–       Reg

–       Lin

–       Input data menurut tabel hasil absorbansi kurva standar enzim GOT (x,y) :

0, 0 M+

9, 0.112 M+

21, 0.165 M+…. dst

–       Shift

–       S-VAR

–           A = 0.077, B = 2.16x 10-3 , r = 0.849

–           Y = 0,077 + 2,16 x 10-3X

–           Untuk jantung 1 y = 1,38

X =

=  = 603,2 N unit / gram

Aktivitas Spesifik GOT = X x

Berat hati atau jantung

= 603,2 x

Berat jantung 1

                                    = 603,2 x

18,3

= 603,2 x

18,3

= 2412,8

  • Untuk hati 2 y = 1,138
  • X =

=  = 491,2 N unit / gram

Aktivitas Spesifik GOT = X x

Berat hati atau jantung

= 491,2 x

              Berat hati 2

                                    = 491,2 x

28,77

= 491,2 x

28,77

= 1964,8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINPUS AMEL + MILA KALO MAU NAMBAHIN

TINJAUAN PUSTAKA

Enzim Aspartat Amino Transferase (GPT)

Enzim GPT sering disebut juga sebagai ALT (Alanine Aminotransferase). Enzim GPT mencerminkan keutuhan atau integritas sel-sel ahti. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat mencerminnkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar enzim GPT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati. Namun, bukan berarti bahwa peningkatan enzim tersebut sudah pasti mencerminkan kelainan hati karena enzim GPT juga diproduksi oleh organ lain seperti sel jantung, otot, ginjal, dan limpa. Namun demikian, kebanyakan penyebab peningkatan enzim GPT dan GOT adalah karena gangguan sel-sel hati (Suharjo 2009).

Aminotranferase tersebar luas di tubuh, tetapi lebih banyak dijumpai di hati, karena peran penting hati dalam sintesisi protein dan dalam menyalurkan asam amino ke jalur biokimiawi lain. Hepatosit  pada dasarnya adalah satu-satunya sel dengan GPT tertinggi, sedangkan ginjal, jantung, dan otot rangka mengandung kadar sedang. GPT dalam jumlah yang lebih sedikit dijumpai di pankreas, paru-paru, limpa, dan eritrosit. Dengan demikian, serum GPT memiliki spesifisitas yang relatif tinggi untuk kerusakan hati (Ronald et al 2004).

Prinsip kerja enzim

Prinsip kerja GPT adalah glutamic pyruvic transaminase mengkatalis transfer gugus amino dari L–alanine ke oxoglutarate menjadi pyruvate dan L–glutamate. Piruvat selanjutnya mengalami reduksi dan terjadi oksidasi NADH menjadi NAD+ dengan larutan enzim lactate dehydrogenase (Sardini 2007).

Pemeriksaan SGPT adalah indicator yang lebih sensitive terhadap kerusakan hati disbanding SGOT. Hal ini dikarenakan sumber utama enzim GPT adalh hati, sedangkan enzim GOT banyak terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak (Amalia 2008).

Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) dan GOT (Glutamic Oxaloasetate Transaminase) merupakan kelompok aminotransferase atau transaminase, yang mengkatalis reaksi konversi asam alfa keto menjadi asam amino melalui transfer gugus amino. GPT adalah enzim yang spesifik untuk hati yang hanya memberikan hasil yang signifikan terhadap  adanya peningkatan penyakit hepatobilliary di hati. Peningkatan GPT dapat juga berhubungan dengan peningkatan kerusakan jantung, otot skeletal, dan liver parenkim. GPT secara normal ditemukan di hati dengan kadar yang rendah. Tetapi ketika terdapat kerusakan atau penyakit hati, maka pelepasan GPT ke dalam darah bertambah, yang menyebabkan tingkat GPT naik (Essig 2008).

Pereaksi

Sodium Chlorida atau Natrium Chlorida (NaCl) yang dikenal sebagai garam adalah zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi. NaCl dalam praktikum ini digunakan sebagai larutan buffer. Larutan NaCl ini digunakan karena bersifat seperti cairan tubuh atau dapat diumpamakan sebagai elektrolit dalam tubuh.

Natrium hidroksida (NaOH) dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Pelarut NaOH 0,4 N ini digunakan dalam praktikum sebagai pelarut yang dapat memberikan sifat basa dalam sampel. Ini diperumpakan sebagai kondisi dalam hati yang bersifat basa. Selain itu larutan yang digunakan dalam praktikum ini adalah pereaksi warna. Penambahan pereaksi warna digunakan untuk dapat mengikat reaksi enzim agar bisa dianalisis dalam spektrofotometer. 

 

Enzim Aspartat Aminotransferase (AST)/Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT)

Enzim aspartat aminotransferase (AST) disebut juga serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) merupakan enzim mitokondria yang berfungsi mengkatalisis pemindahan bolak-balik gugus amino dari asam aspartat ke asam α-oksaloasetat membentuk asam glutamat dan oksaloasetat. Enzim AST tidak spesifik sebagai indicator disfungsi hati karena banyak juga ditemukan pada otot rangka, pankreas, jantung dan ginjal. Kadar enzim AST akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel yang akut seperti nekrosis hepatoseluler seperti gangguan fungsi hati dan saluran empedu, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan fungsi ginjal dan pankreas ((Price & Wilson,1995).).

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s