penetapan kadar abu gravimetri

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Selain mengandung bahan organik dan air , bahan pangan juga  mengandung senyawa organik yang disebut mineral atau abu. Walaupun jumlahnya sangat sedikit namun keberadaan mineral bahan pangan sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Di dalam tubuh mineral berfungsi sebagai zat pembangun dan pengantur . Mineral tertentu bahkan sangat dbutuhkan sebagai penyusun tulang , gigi,jaringan lunak, otot, darah, dan sel syaraf, dan sebagian lainnya dibutuhkan dalam pengaturan metabolism tubuh.

Tubuh manusia memerlukan berbagai jenis mineral dalam jumlah yang berbeda oleh karena itu dikenal istilah mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar ( 100 mg/hari untuk orang dewaasa) seperti natrium,klor, kalsium , fosfor , magnesium dan belerang. Sedangkan mineral yang dibuthkan dalam jumlah kecil adalah mineral mineral mikro atau trace element seperti besi,,iodum, mangan , tembaga, zink, kobalt, dan flour.

Kebutuhan mineral bagi tubuh baik mineral makro maupun mineral mikro dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan sumber mineral seperti susu, daging sapi,telur,ikan serealia,sayuran dan lain lain. Berbagai bahan panagan tersebut mengandung mineral dengan jenis dan jumlah yangh berbeda. Sebagai contoh sus adalah sumber kalosium dan fosfor yang penting sedangkan daging adalah sumber zat besi yang baik.

Mengingat beragamnya sumber mineral yang ada, analisis abu sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas gizi, analisis abu dan mineral sering digunakan sebagai indikator mutu pangan lain. Dari analisis abu dan mineral dapat diketahui tingkat kemurnian produk tepung dan gula , adanya pemalsuan pada produk selai buah, sari buah dan cuka , tingkat kebersihan pengolahan suatu bahan,terjadi kontaminasi mineral yang berssifat toksik , dan dasar pengolahan yangpada beberapa bahan pangan dipengaruhi oleh keberadaan mineral.

Ada bebrbagai macam metode untuk menganalisis kadar abu dalam bahan makanan.Diantara nya adalah metode gravimetric yang digunakan pada praktikum kali ini. Penetapan kadar abu metode gravimetric kali ini menggunakan bahan pangan tepung bubur sebagai bahan yang akan dianalisanya. Metode gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan (Kusnandar 2011). Oleh karena itulah diadakannya  praktikum kali ini sangatlah penting agar kita dapat mengetahui cara cara penganalisaan kadar abu yang sesuai dengan prosedurnya.

Tujuan

            Praktikum kali bertujuan untuk menetapkan kadar abu berbagai tepung bubur dengan metode gravimetri.

 

Dapus  :Feri Kusnandar . 2011. Analisis Pangan .Jakarta : Dian Rakyat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s